Sebagai seorang yang beriman, kehidupan dunia tentu tidak menjadikannya sebagai ladang untuk menyusahkan atau menyengsarakan kehidupannya kelak setelah kematian. Akan tetapi, justru ia akan menjadikan kehidupan dunia sebagai ladang untuk bercocok tanam beramal shalih ketika telah berpisah dengan dunia. Karena kematian itu telah menghampirinya.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุจูุงุฏูุฑููุง ุจูุงูุฃูุนูู ูุงูู ููุชูููุง ููููุทูุนู ุงูููููููู ุงููู ูุธูููู ู ููุตูุจูุญู ุงูุฑููุฌููู ู ูุคูู ูููุง ููููู ูุณูู ููุงููุฑูุง ุฃููู ููู ูุณูู ู ูุคูู ูููุง ููููุตูุจูุญู ููุงููุฑูุง ููุจููุนู ุฏูููููู ุจูุนูุฑูุถู ู ููู ุงูุฏููููููุง
โBersegeralah melakukan amalan sholih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia.โ (HR. Muslim no. 118)
Allah Taโala berfirman,
ููุงุณูุชูุจููููุง ุงููุฎูููุฑูุงุชู
โBerlomba-lombalah dalam kebaikan.โ (QS. Al Baqarah: 148). Maksud ayat ini kata Syaikh Muhammad bin Sholih Al โUtsaimin adalah jadilah yang nomor satu dalam melakukan kebaikan.” (Syarh Riyadhus Sholihin, 2: 6)
Begitu juga Allah Taโala berfirman,
ููุณูุงุฑูุนููุง ุฅูููู ู ูุบูููุฑูุฉู ู ููู ุฑูุจููููู ู ููุฌููููุฉู ุนูุฑูุถูููุง ุงูุณููู ูููุงุชู ููุงููุฃูุฑูุถู ุฃูุนูุฏููุชู ููููู ูุชููููููู
โDan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.โ (QS. Ali Imran: 133)
Faedah Kitabul Mar’ah : Bagaimana Sikap Wanita Menghadapi Kematian
Ustadz Ali Musri Semjan Putra, M. A hafidzahullah