2 Harta, Dengannya Tidak Takut Miskin

Zuhud adalah yakin bahwa apa yang ada di sisi Allah itu lebih diharap-harap dari apa yang ada di sisinya. Ini tentu saja dibangun di atas rasa yakin yang kokoh pada Allah. Oleh karena itu, Al Hasan Al Bashri menyatakan, โ€œYang menunjukkan lemahnya keyakinanmu, apa yang ada di sisimu (berupa harta dan lainnya) lebih engkau harap dari apa yang ada di sisi Allah.โ€

 

Abu Hazim seorang yang dikenal begitu zuhud ditanya, โ€œApa saja hartamu?โ€ Ia pun berkata, โ€œAku memiliki dua harta berharga yang membuatku tidak khawatir miskin, pertama rasa yakin pada Allah dan kedua tidak mengharap-harap apa yang ada di sisi manusia.โ€

 

Lanjut lagi, ada yang bertanya pada Abu Hazim, โ€œTidakkah engkau takut miskin?โ€ Ia memberikan jawaban yang begitu mempesona, โ€œ๐˜ฝ๐™–๐™œ๐™–๐™ž๐™ข๐™–๐™ฃ๐™– ๐™–๐™ ๐™ช ๐™ฉ๐™–๐™ ๐™ช๐™ฉ ๐™ข๐™ž๐™จ๐™ ๐™ž๐™ฃ ๐™จ๐™š๐™™๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ ๐™–๐™ฃ ๐˜ผ๐™ก๐™ก๐™–๐™ ๐™จ๐™š๐™—๐™–๐™œ๐™–๐™ž ๐™ฅ๐™š๐™ฃ๐™ค๐™ก๐™ค๐™ฃ๐™œ๐™ ๐™ช ๐™–๐™™๐™–๐™ก๐™–๐™ ๐™ฅ๐™š๐™ข๐™ž๐™ก๐™ž๐™  ๐™จ๐™š๐™œ๐™–๐™ก๐™– ๐™–๐™ฅ๐™– ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™–๐™™๐™– ๐™™๐™ž ๐™ก๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ž๐™ฉ ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™™๐™ž ๐™—๐™ช๐™ข๐™ž, ๐™—๐™–๐™๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™–๐™ฅ๐™– ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™–๐™™๐™– ๐™™๐™ž ๐™—๐™–๐™ฌ๐™–๐™ ๐™œ๐™ช๐™ฃ๐™™๐™ช๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ฉ๐™–๐™ฃ๐™–๐™?!โ€

 

Al Fudhail bin โ€˜Iyadh mengatakan, โ€œHakikat zuhud adalah ridho pada Allah โ€˜azza wa jalla.โ€ Ia pun berkata, โ€œSifat qonaโ€™ah, itulah zuhud. Itulah jiwa yang โ€œghoniโ€, yaitu selalu merasa cukup.โ€

 

Intinya, pengertian zuhud yang pertama adalah begitu yakin kepada Allah.

 

Kedua, di antara bentuk zuhud adalah jika seorang hamba ditimpa musibah dalam hal dunia berupa hilangnya harta, anak atau selainnya, maka ia lebih mengharap pahala dari musibah tersebut daripada dunia tadi tetap ada. Ini tentu saja dibangun di atas rasa yakin yang sempurna.

 

Siapakah yang rela hartanya hilang, lalu ia lebih harap pahala?! Yang diharap ketika harta itu hilang adalah bagaimana bisa harta tersebut itu kembali, itulah yang dialami sebagian manusia. Namun Abu Dzar mengistilahkan zuhud dengan rasa yakin yang kokoh. Orang yang zuhud lebih berharap pahala dari musibah dunianya daripada mengharap dunia tadi tetap ada. Sungguh ini tentu saja dibangun atas dasar iman yang mantap.

 

๐ŸŒ Sumber https://rumaysho.com/1058-memahami-arti-zuhud.html

berbagi ilmu

Silahkan bagikan ilmu ini pada yang lain!

Tinggalkan Komentar

WordPress Crafted with โ™ฅ by faizONE.ID