Waktu adalah hal paling berharga yang ironisnya juga amat sering disia-siakan oleh manusia. Setiap muslim yang menginginkan dirinya sukses di dunia dan akhirat sepatutnya sangat berhati-hati agar waktunya tidak terbuang percuma tanpa manfaat.

 

Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata,
‎ﻣَﺎ ﻧَﺪِﻣْﺖُ ﻋَﻠَﻰ ﺷَﻲْﺀٍ ﻧَﺪَﻣِﻲ ﻋَﻠَﻰ ﻳَﻮْﻡٍ ﻏَﺮَﺑَﺖْ ﴰَﺴْﻪُ ﻧَﻘَﺺَ ﻓِﻴْﻪِ ﺃَﺟَﻠِﻲ ﻭَﱂَ ْﻳَﺰِﺩْ ﻓِﻴْﻪِ ﻋَﻤَﻠِﻲ
“Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.” (Lihat Miftahul Afkar)

Terdapat sebuah kaidah terkait waktu yang dinukil oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah:

‎وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلَتْهَا بِالحَقِّ وَإِلاَّ اشْتَغَلَتْكَ بِالبَاطِلِ
“Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, PASTI akan disibukkan dengan hal-hal yang batil” (Al Jawabul Kaafi hal 156)

Oleh karena itu, berupayalah agar waktu kita senantiasa diisi dengan hal yang akan menguntungkan dunia dan akhirat kita. Kelola kegiatan kita dalam rencana atau program yang memiliki tenggat dan target.

 

Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang lalai dan tertipu dengan waktu, seperti sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

‎نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang” (HR. Bukhari no. 6412)

berbagi ilmu

Silahkan bagikan ilmu ini pada yang lain!

Tinggalkan Komentar