Dengan cara yang baik supaya suami bisa mendengarkan nasihat atau melalui orang orang yang mungkin dihargai dan dihormati dengan suami baik itu mertua, saudaranya yang lebih dewasa atau keluarganya.
Yang lebih dari itu berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala kemudian tunjukkan akhlaq yang baik terhadap suami sehingga dia merasakan suatu kenyamanan saat belajar ilmu agama.
Banyak berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan tidak putus asa untuk berbicara sopan dan baik kepada suami.

Seorang suami adalah nahkoda di dalam rumah tangganya. Saat suami berbuat salah, bicaralah kepada suami dari hati ke hati, nasihati dengan lemah lembut, dan doakan kebaikan untuknya terutama di waktu-waktu mustajab seperti 1/3 malam terakhir, semoga Allah memberikan hidayah kepadanya.

asulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

اَلْمُسْلِمُ إِذَا كَانَ مُخُالِطا النَّاسَ وَ يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ خَيْرٌ مِنَ المُسْلِمِ الَّذِي لاَ يُخُالِطُ النَّاسَ وَلاَ يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ

“Orang muslim jika dia bergaul dengan manusia dan bersabar atas gangguannya, maka dia lebih baik daripada orang muslim yang tidak mau bergaul dengan manusia dan tidak bersabar atas gangguannya.” (HR. Tirmidzi: 2431, dishahihkan oleh Al-Albani; lihat Shahihul Jami’: 6651).

Istri yang telah mengerahkan kemampuannya untuk menasihati suami namun tak kunjung di gubris maka satu-satunya harapan adalah bersabar atas ketetapan yang Allah beri.Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

“Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Yusuf: 90)

Faidah Q n A MMS
Ustadz Ali Musri Semjan Putra, M. A hafidzahullah

MADRASAH MAR’AH SHALIHAH
_Mencetak Generasi Shalihah, Meniti Jalan Salaful Ummah_

berbagi ilmu

Silahkan bagikan ilmu ini pada yang lain!

Tinggalkan Komentar