โAbdullah bin Masโud radhiyallaahu โanhu berkata.
ุณูุฃูููุชู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุฃูููู ุงููุนูู ููู ุฃูููุถูููุ ููุงูู: ุงููุตูููุงูุฉู ุนูููู ููููุชูููุงุ ููุงูู ููููุชู ุซูู ูู ุฃููููุ ููุงูู: ุจูุฑููุงููููุงููุฏูููููุ ููุงูู: ููููุชู ุซูู ูู ุฃููููุ ููุงูู: ุงููุฌูููุงุฏู ููู ุณูุจููููู ุงูููู
โAku bertanya kepada Nabi shallallaahu โalaihi wa sallam, โAmal apakah yang paling utama?โ Nabi shallallaahu โalaihi wa sallam menjawab, โShalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya).โ Aku bertanya lagi, โKemudian apa?โ Nabi menjawab: โBerbakti kepada kedua orang tua.โ Aku bertanya lagi: โKemudian apa?โ Nabi menjawab, โJihad di jalan Allahโ.
Kemudian dari Muโawiyah bin Haidah Al Qusyairi radhiallahuโahu, beliau bertanya kepada Nabi:
ูุง ุฑุณููู ุงูููู ! ู ููู ุฃูุจูุฑูู ุ ูุงู : ุฃูู ูููู ุ ููููุชู : ู ููู ุฃูุจูุฑูู ุ ูุงู : ุฃูู ูููู ุ ููููุชู : ู ููู ุฃูุจูุฑูู : ูุงู : ุฃูู ูููู ุ ููููุชู : ู ููู ุฃูุจูุฑูู ุ ูุงู : ุฃุจุงู ุ ุซูู ูู ุงูุฃูููุฑูุจู ููุงูุฃูููุฑูุจู
โwahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnyaโ (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya hasan).
Dari sini kita paham bahwa Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) merupakan amalan yang memiliki keutaman di sisi Allah. Dan kedudukan ibu dianggap lebih utama dibandingkan dengan ayah, karena dalam hadits tersebut bagi ibu ada 3 kali bagian dari yang didapatkan ayah.
( al-Adab al-Mufrad )