Shalihaat, ketika kita mendengar saudara kita dicela oleh orang lain, maka hendaknya kita tidak menjadikannya sebagai hal yang dapat menyebabkan perpecahan di antara mereka. Bukankah yang kita inginkan adalah persatuan di antara kaum muslimin?

 

Begitu pula, jika ada orang yang datang lalu mengabarkan hal buruk yang dikatakan oleh orang lain terkait diri kita, maka sebaiknya kita bersabar, berlapang dada, mengedepankan husnudzhan, dan bertabayyun (mencari kebenaran berita tersebut secara langsung kepada orang yang bersangkutan).

 

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wata’ala dalam Al Hujurat ayat 6:

‎يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن جَآءَكُمۡ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوٓاْ أَن تُصِيبُواْ قَوۡمًۢا بِجَهَٰلَةٍ فَتُصۡبِحُواْ عَلَىٰ مَا فَعَلۡتُمۡ نَٰدِمِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”

 

Jumat, 6 Dzulqo’idah 1444H
26 Mei 2023

berbagi ilmu

Silahkan bagikan ilmu ini pada yang lain!

Tinggalkan Komentar