Muslimah dan Al-Qur’an: Jalan Menuju Kemuliaan

berbagi ilmu

Silahkan bagikan ilmu ini pada yang lain!

Menjadi muslimah bukan sekadar gelar bagi seorang wanita muslim. Namun, lebih dari itu, seorang muslimah harus mencerminkan akhlak dan adab yang baik. Menaati Allah dan Rasulullah صلى الله عليه وسلم tanpa syarat dan tanpa tapi. Menjadi muslimah berarti mewajibkan dirinya untuk dekat dengan Allah, membaca, dan mentadabburi kitab-Nya. Kitab yang diturunkan melalui Malaikat Jibril kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم secara berangsur-angsur, yaitu Kitabullah: Al-Qur’anul Karim.

 

Hukum dan Keutamaan Menghafal Al-Qur’an

 

Tidak wajib bagi setiap individu untuk menghafal Al-Qur’an karena menghafal Al-Qur’an adalah perkara kifayah. Artinya, jika sebagian kaum muslimin telah banyak yang menghafalnya, maka gugurlah kewajiban dari yang lain. Tidak ada dalil yang menunjukkan wajibnya menghafal Al-Qur’an. Namun, menghafal Kitabullah merupakan suatu amalan yang utama.

 

Jika kita melihat kalangan ulama yang ahli ilmu, tentu mereka adalah para penghafal Al-Qur’an. Banyak sekali keutamaan dalam menghafal Al-Qur’an bagi setiap muslim. Terlebih bagi seorang muslimah yang taat kepada agamanya, karena ia adalah pendidik generasi umat. Memiliki hafalan Al-Qur’an tentu tidak lepas dari keinginan seorang muslimah shalihah. Bukan sekadar keinginan, tetapi juga bukti kesungguhan dalam meraihnya.

 

Al-Qur’an sebagai Petunjuk Kehidupan

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 

وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ رُوحًا مِّنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنتَ تَدْرِى مَا ٱلْكِتَٰبُ وَلَا ٱلْإِيمَٰنُ وَلَٰكِن جَعَلْنَٰهُ نُورًا نَّهْدِى بِهِۦ مَن نَّشَآءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِىٓ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

 

“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur’an) dan  apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al-Qur’an itu cahaya. Dengan itu Kami memberi  petunjuk kepada siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh,  engkau benar-benar membimbing manusia kepada jalan yang lurus.” (QS. Asy-Syura: 52)

 

Telah disebutkan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk menuju jalan yang lurus. Ia adalah ruh, yang dimaknai sebagai jiwa dalam kehidupan. Al-Qur’an juga akan mengangkat derajat para penghafalnya di surga.

 

Derajat Penghafal Al-Qur’an di Surga

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

 

“Akan dikatakan kepada penghafal Al-Qur’an, ‘Bacalah dan naiklah. Bacalah dengan tartil  sebagaimana engkau membacanya dengan tartil di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu berada pada ayat terakhir yang engkau baca.’ ” (HR. Abu Dawud)

 

Kedudukan seorang muslim di surga bergantung pada banyaknya hafalan Al-Qur’an yang dimilikinya di dunia. Semakin banyak yang dihafal, maka semakin tinggi pula Allah mengangkat derajat hamba-Nya di surga. Sungguh, ini merupakan keutamaan yang besar bagi para penghafal Al-Qur’an.

 

Sebagai seorang muslimah yang mengutamakan akhirat, tentu ia ingin berada di tingkatan surga yang tertinggi, bukan? Ini adalah kesempatan besar. Menghafal Al-Qur’an bukan sekadar menghafal, tetapi juga dilakukan dengan penuh keikhlasan karena mengharap perjumpaan dengan Allah tabaraka wa ta’ala, bukan demi popularitas, harta, ataupun kenikmatan dunia yang ingin diraih.

 

Menjadi Keluarga Allah dengan Al-Qur’an

 

Disebutkan pula bahwa penghafal Al-Qur’an adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya. Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 

إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا : مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ

 

 

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia.” Mereka bertanya “Wahai Rasulullah, siapakah mereka?” Rasulullah menjawab, “Mereka adalah ahlul  Qur’an. Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya.” (HR. Ahmad)

 

Wahai muslimah yang sedang berjuang menghafal Al-Qur’an, menjadi penghafal Al-Qur’an bukan hanya menambah surah dan menumpuk hafalan semata. Seorang penghafal Al-Qur’an harus mengamalkan dan menerapkan apa yang Allah perintahkan dalam Al-Qur’an serta menjauhi apa yang telah Allah larang. Itulah yang dimaksud dengan keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya. Mereka adalah orang-orang yang istimewa.

 

Jangan Menyerah dalam Menghafal Al-Qur’an

 

Bukankah setiap muslimah menyukai jika dirinya istimewa di mata manusia lainnya? Lalu, bagaimana jika Allah yang mengistimewakan hidupmu, wahai shalihah? Karena ketaatanmu kepada Allah, tentu engkau akan sangat bersyukur dan bahagia, bukan?Jadilah penghafal Al-Qur’an, wahai saudariku para muslimah yang Allah cintai. Meski berat dan tertatih-tatih, jangan pernah berhenti berjuang. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 

الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ

 

 

“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat. Adapun orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” (HR. Muslim)

Maha Besar Allah. Setiap perjuangan yang dilakukan demi Al-Qur’an tetap bernilai ibadah. Maka jangan menyerah, wahai saudariku.

Referensi:

  1. Ahmad Al-Mazyad dan Adil Asy-Syady. Cara Mudah Menghafal Al-Qur’an dan

Menjaga Hafalan.

  1. Rumaysho. “Hukum Menghafal Al-Qur’an.”
  2. Muslim.or.id. “Hafalkanlah Al-Qur’an dan Hadis.”
  3. Muslim.or.id. “Siapakah yang Dimaksud Ahlul Qur’an?”
  4. Almanhaj.or.id. “Orang yang Mahir Membaca Al-Qur’an Bersama Para Malaikat yang Mulia.”

Ditulis oleh: Zahratus Shalihah

Tinggalkan Komentar

Artikel terkait