Sebagian orang terlena saat mempelajari materi ini dan itu. Hari-harinya hanya terpenuhi dengan halaqah dan banyaknya teori saja. Namun terluput dari mengamalkan ilmu. Lupa saat dihadapkan dengan ragam takdir Allah, ia tidak menyambut dengan semua ilmu yang sudah ia ketahui. Hanya berlalu sikap-sikap layaknya seorang yang tak pernah tersentuh hidayah menuntut ilmu. Ada apa dengan diri kita?

 

Semoga Allah senantiasa membantu kita dari sifat-sifat buruk demikian. Semoga kita bisa mengambil ibrah dari kisah berikut.

Dari Usamah bin Zaid, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada seseorang yang didatangkan pada hari kiamat lantas ia dilemparkan dalam neraka. Usus-ususnya pun terburai di dalam neraka. Lalu dia berputar-putar seperti keledai memutari penggilingannya. Lantas penghuni neraka berkumpul di sekitarnya lalu mereka bertanya, “Wahai fulan, ada apa denganmu? Bukankah kamu dahulu yang memerintahkan kami kepada yang kebaikan dan yang melarang kami dari kemungkaran?” Dia menjawab, “Memang betul, aku dulu memerintahkan kalian kepada kebaikan tetapi aku sendiri tidak mengerjakannya. Dan aku dulu melarang kalian dari kemungkaran tapi aku sendiri yang mengerjakannya.” (HR. Bukhari no. 3267 dan Muslim no. 2989)

 

Lihatlah pula kata Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu,

من تعلم علما لم يعمل به لم يزده إلا كبرا

“Siapa yang belajar ilmu (agama) lantas ia tidak mengamalkannya, maka hanya kesombongan pada dirinya yang terus bertambah.” (Disebutkan oleh Imam Adz Dzahabi dalam Al Kabair, hal. 75)

 

Ilmu merupakan salah satu hal yang Nabi shallallahu ‘alaihi was salam pinta kepada Allah ta’ala. Sesuatu yang agung tak mungkin kita biarkan begitu saja. Tentu sebaik-baik cara mengenang ilmu yang sudah dipelajari dengan mengamalkannya bahkan mendakwahkannya. Yassarallahu lanaa.

 

Sumber https://rumaysho.com

 

Rabu, 1 Jumadal Awal 1445 /15 November 2023

berbagi ilmu

Silahkan bagikan ilmu ini pada yang lain!

Tinggalkan Komentar