Apa bukti bahwa Allah sayang dengan kita? Seperti biasa jika kita ditimpa sebuah kesenangan, kita akan bersyukur dan menganggap Allah sayang dengan kita. Namun ketika kesusahan dan musibah melanda, kita akan mengganggap Allah tidak menyayangi kita.

 

Kita hanya akan senang jika keinginan kita tercapai dan akan sangat sedih jika keinginan kita tidak tergapai. Manusia hanya puas dengan apa yang tampak, jika belum tampak oleh kedua matanya maka tidak akan percaya. Oleh karena itu, Allah beri peringatan-peringatan kepada kita dari orang-orang penghuni neraka yang selalu ingin kembali ke dunia untuk mengulangi kehidupannya.

 

Allah berfirman: “Apakah manusia mengira mereka dibiarkan saja ketika mereka mengatakan kami telah beriman sedang mereka tidak diuji lagi?” (Surat Al Ankabut ayat 2)

 

“Jika Allah mencintai suatu kaum, maka mereka akan diuji” (HR. Thabrani)

 

Dalam menjalani hidup di dunia itu penuh dengan ujian. Bukan karena Allah benci, bukan karena Allah tidak sayang, tapi memang dunia adalah tempatnya ujian untuk melihat mana yang orang-orang hebat yang nantinya dimasukkan ke surga-Nya dan mana orang-orang pecundang yang tidak taat, pembangkang atas perintah Allah maka tempatnya adalah di neraka Jahannam.

 

Kebahagiaan sejati tempatnya bukanlah di dunia maka tidak ada cara lain untuk menggapai kebahagiaan SEJATI itu dengan menjalani kepahitan hidup hingga tiba saatnya memperoleh hasil darinya.

 

📜 Dikutip dari materi “Karena Hidup Begitu Berharga” oleh Ummi Santy حفظها الله.

 

Senin, 02 Rabi’ul Awwal 1445 H/ 18 September 2023 M

berbagi ilmu

Silahkan bagikan ilmu ini pada yang lain!

Tinggalkan Komentar