Sesungguhnya kemuliaan wanita dan keindahannya bukan terletak pada seberapa mewah barang-barang yang dikenakannya, perhiasannya, pakiannya atau yang lainnya. Namun terletak pada ketaatannya terhadap syariat Allah. Sesungguhnya Allah memuliakan wanita dengan syariat-Nya.

 

            Hanya saja, pemahaman yang tidak keliru disertai oleh pemikiran yang dibaur nafsu dalam menerima syariat Allah sehingga syariat Allah yang sebenarnya diterapkan pada Wanita sebagai sebuah penjagaan terbaik dari Allah malah menjadi sesuatu yang diterima sebagai sebuah penyiksaan, merendahkan atau menyusahkan.

 

Apa saja syariat Allah itu yang harus kita laksanakan di dalam kehidupan kita yang apabila kita laksanakan dengan baik menjadikan diri kita seindah- indahnya perhiasan dunia yang insya Allah senantiasa dimuliakan oleh Allah di dunia dan di akhirat?

1. Menutup Aurat

Perintah menutup aurat seakan penyiksaan pada wanita. Menjadi sesuatu yang dianggap melanggar hak azazi wanita untuk eksis dalam berpenampilan sesuai perkembangan zaman. Wanita tidak bisa mengeksplor dirinya dengan fashion kekinian yang menawarkan berbagai model dan gaya yang menunjukkan betapa indahnya tubuh seorang wanita.

 

Allah memerintahkan wanita yang beriman untuk menutup seluruh tubuhnya sebagai upaya untuk menutupi keindahan wanita. Lalu nafsu wanita tercabik- cabik, karena merasa ingin tampil cantik indah nan menawan di hadapan siapa saja.

 

Kasih sayang Allah dianggap sebuah pelecehan atas hak azazi manusia. Padahal, Allah dengan syariat-Nya ini sedang menjaga keindahan yang dicipta-Nya dalam kemuliaan. Sebagiamana seorang pemilik taman yang indah bertaburan bunga- bunga warna warni bermekaran dengan sangat cantiknya lalu memutuskan untuk membagun pagar tinggi nan kokoh untuk melindungi kuntum- kuntum indah bunga di tamannya dari tangan- tangan jahil yang hendak memetik atau sekedar menyentuh bunga- bunga indah miliknya yang bermekaran. Seperti juga seorang pemilik rumah mewah nan megah lagi indah membangun pagar kokoh tinggi menutupi tampakan rumhanya dari luar demi menghindari mata pencuri yang mengintai ingin mengobrak abrik keindahan dan kenyamanan rumah huniannya.

 

Sama seperti begitu berharganya barang- barang bersejarah di sebuah museum. Si pemilik museum berupaya melindungi benda- benda berejarahnya yang sangat berharga dengan menutup setiap benda yang ada dengan rapat di dalam kotak kaca. Hanya bisa dilihat tanpa bisa disentuh. Semua itu demi menjaga keindahan miliknya yang sangat berharga.

Jika manusia sebegitu luar biasa menjaga keindahan yang mereka milik, apalagi Rabb yang Maha Segalanya. Dia maha menjaga lagi maha memelihara, maha melindungi lagi maha cinta dengan keindahan, sesuatu yang sangat wajar ketika kemudian Allah sangat menjaga keindahan wanita dalam kemuliaan syariat-Nya. Ya, menutup aurat sama seperti pagar bagi taman bunga nan cantik dan rumah mewah nan megah. Allah menjaga  keindahan yang dicipta-Nya pada wanita  di dalam kemuliaan syariat-Nya.

Allah ta’ala berfirman:

"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang"

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berpaling dari ketaatan dan mengajak lainnya untuk mengikuti mereka, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian"

Imam Asy Syaafi’i rahimahullah menyatakan,

الإيمان قول وعمل يزيد بالطاعة وينقص بالمعصية

“Iman itu adalah perkataan dan perbuatan, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan maksiat"

2. Dilarang tabaruj layaknya wanita jahiliyyah

Wanita Allah larang untuk berhias layaknya wanita- wanita jahiliyyah. Identitas wanita shalihah telah Allah tentukan dalam syariat-Nya. Larangan ini Allah sampaikan dalam Alquran:

"Hendaklah kalian (para wanita) tetap di rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dan seperti tabarruj orang-orang Jahiliyah yang dahulu…"

Maqotil bin Hayan mengatakan bahwa yang dimaksud berhias diri adalah seseorang memakai khimar (kerudung) di kepalanya namun tidak menutupinya dengan sempurna. Dari sini terlihatlah kalung, anting dan lehernya. Inilah yang disebut tabarruj (berhias diri) ala jahiliyyah. Silakan kaji dari kitab Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim karya Ibnu Katsir, 6: 183 (terbitan Dar Ibnul Jauzi).

 

Disebutkan dalam Tafsir Al Jalalain, wanita yang disebut berdandan ala jahiliyah yang pertama adalah berdandan yang dilakukan oleh wanita dengan berpendampilan cantik di hadapan para pria dan ini terjadi sebelum Islam. Make up menjadi sesuatu yang dianggap biasa untuk dibawa keluar rumah. Mata yang indah dibuat semakin indah, bibir yang sudah merah dihiasi dengan lipstik menjadi lebih memesona. Belum lagi pipi yang semu merah semakin merona indah dengan blash on. Wanita menolak untuk tidak berhiasa/ berdandan ketika keluar rumah. Padahal ini adalah sesautu yang Allah larang supaya keindahan wanita hanya diberikan kepada yang berhak saja, bukan layaknya seperti sebuah pameran yang siapa saja sembarang orang bisa melihat dan menyaksikan.

 

Bukankah tidak semua orang bisa melihat dari dekat seorang ratu di dalam sebuah kerajaan? Hanya orang- orang tertentu saja yang mendapat izin dan orang yang terdekat. Maka, islam dengan syariat Allah menjaga keindahan dan lemuliaan semua muslimah dengan melarangnya menampakkan kecantikannya kecuali kepada yang berhak.

 

Allah memposisikan kita layaknya seorang ratu atau putri raja meskipun kita bukanlah seorang ratu atau putri raja. Kita tidak harus menjadi putri raja/ seorang ratu yang lahir dari raja disebuah Kerajaan megah dulu untuk dimuliakan, namun dengan memeluk islam otomatis kita telah menggenggam kemuliaan yang telah Allah sediakan.

 

Jadi jika seorang wanita memakai make-up, bedak tebal, eye shadow, lipstick, maka itu sama saja ia menampakkan perhiasan diri. Inilah yang terlarang dalam ayat (yang artinya),

"Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya"

Ditambah lagi jika wanita memakai parfum atau wewangian. Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.”

[Bagian 1] [Bagian 2]

berbagi ilmu

Silahkan bagikan ilmu ini pada yang lain!

Tinggalkan Komentar