Turut memeriahkan valentineās day dengan cara apapun, sama saja dengan meniru kebiasaan orang kafir. Padahal Nabi shallallahu āalaihi wa sallam telah memberikan ancaman yang sangat keras, bagi orang yang meniru kebiasaan orang kafir. Dari Ibnu Umar radhiallahu āanhuma, Nabi shallallahu āalaihi wa sallam bersabda,
Ł
ŁŁŁ ŲŖŁŲ“ŁŲØŁŁŁŁ ŲØŁŁŁŁŁŁ
Ł ŁŁŁŁŁŁ Ł
ŁŁŁŁŁŁ
āSiapa yang meniru suatu kaum maka dia bagian dari kaum tersebut.ā (HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,
ŁŁŲ°Ų§ Ų§ŁŲŲÆŁŲ« Ų£ŁŁ Ų£ŲŁŲ§ŁŁ Ų£Ł ŁŁŲŖŲ¶Ł ŲŖŲŲ±ŁŁ
Ų§ŁŲŖŲ“ŲØŁ ŲØŁŁ
Ų ŁŲ„Ł ŁŲ§Ł ŲøŲ§ŁŲ±Ł ŁŁŲŖŲ¶Ł ŁŁŲ± Ų§ŁŁ
ŲŖŲ“ŲØŁ ŲØŁŁ
ŁŁ
Ų§ ŁŁ ŁŁŁŁ : { ŁŁŁ
ŁŁŁ ŁŁŲŖŁŁŁŁŁŁŁŁŁ
Ł Ł
ŁŁŁŁŁŁ
Ł ŁŁŲ„ŁŁŁŁŁŁ Ł
ŁŁŁŁŁŁ
Ł }
āHadis ini, kondisi minimalnya menunjukkan haramnya meniru kebiasaan orang kafir. Meskipun zahir (makna tekstual) hadis menunjukkan kufurnya orang yang meniru kebiasaan orang kafir. Sebagaiman firman Allah Taāala yang artinya, āSiapa di antara kalian yang memberikan loyalitas kepada mereka (orang kafir itu), maka dia termasuk bagian orang kafir ituā. (QS. Al-Maidah: 51).ā (Iqtidhaā Shirathal Mustaqim, 1:214)
Ketika Nabi shallallahu āalaihi wa sallam hijrah ke Madinah, beliau menjumpai masyarakat Madinah merayakan hari raya Nairuz dan Mihrajan. Hari raya ini merupakan hari raya yang diimpor dari orang Persia yang beragama Majusi. Ketika Nabi shallallahu āalaihi wa sallam datang, beliau bersabda,
ŁŁŲÆŁŁ
ŁŲŖŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁŁ
Ł Ų ŁŁŁŁŁŁŁ
Ł ŁŁŁŁŁ
ŁŲ§ŁŁ ŲŖŁŁŁŲ¹ŁŲØŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁ
ŁŲ§ ŁŁŁ Ų§ŁŁŲ¬ŁŲ§ŁŁŁŁŁŁŁŲ©Ł Ų ŁŁŁŁŲÆŁ Ų£ŁŲØŁŲÆŁŁŁŁŁŁ
Ł Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŲØŁŁŁŁ
ŁŲ§ Ų®ŁŁŁŲ±ŁŲ§ Ł
ŁŁŁŁŁŁ
ŁŲ§ : ŁŁŁŁŁ
Ł Ų§ŁŁŁŁŲŁŲ±Ł Ų ŁŁŁŁŁŁŁ
Ł Ų§ŁŁŁŁŲ·ŁŲ±Ł
āSaya mendatangi kalian (di Madinah), sementara kalian memiliki dua hari yang kalian gunakan untuk bermain di masa jahiliyah. Padahal Allah telah memberikan dua hari yang lebih baik untuk kalian: Idul Qurban dan Idul Fitriā. (HR. Ahmad, Abu Daud, Nasai, dan dishahihkan Syaikh Ali Al-Halabi)
Mari kita simak dengan seksama hadis di atas. Penduduk Madinah, merayakan Nairuz dan Mihrajan bukan dengan mengikuti ritual orang Majusi. Mereka merayakan dua hari raya itu murni dengan main-main, saling memberi hadiah, saling berkunjung, dst. Meskipun demikian, Nabi shallallahu āalaihi wa sallam tetap melarang mereka untuk merayakannya, menjadikannya sebagai hari libur, atau turut memeriahkan dengan berbagai kegembiraan dan permainan. Sekali lagi, meskipun sama sekali tidak ada unsur ritual atau peribadatan orang kafir.
š Oleh karena itu, meskipun di malam valentineās sekaligus siang harinya, sama sekali Anda tidak melakukan ritual kesyirikan, meskipun Anda hanya membagi coklat dan hadiah lainnya, apapun alasannya, Anda tetap dianggap turut memeriahkan budaya orang kafir, yang dilarang berdasarkan hadis di atas.
Referensi: https://konsultasisyariah.com/10485-valentines-day-hari-zina-internasional.html
RAHASIA DI BALIK HARI VALENTINE
berbagi ilmu
Silahkan bagikan ilmu ini pada yang lain!