
JANGANLAH MENGUNGKIT PEMBERIAN
Di antara bentuk penyakit dan maksiat lisan (lidah) adalah mengungkit-ungkit pemberian kepada orang lain. Misalnya
Ada beberapa wasiat yang disampaikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Jurayy Jabir bin Sulaim. Wasiat yang pertama kita
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang
Mungkin di antara kita ada yang bertanya-tanya apa hal pertama yang perlu kita lakukan untuk birul walidain. Birul walidain sendiri
Tahapan pertama: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa ‘Asyura di Makkah dan beliau tidak perintahkan yang lain untuk melakukannya.
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mendorong kita melakukan puasa pada bulan Muharram sebagaimana sabdanya, “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ

Di antara bentuk penyakit dan maksiat lisan (lidah) adalah mengungkit-ungkit pemberian kepada orang lain. Misalnya

Hamwu yang dimaksud dalam hadits bukan hanya ipar saja namun setiap kerabat dekat

Allah Ta’ala menciptakan manusia dengan disertai syahwat. Adanya syahwat pada diri manusia tidak

Pengangguran itu tercela, bekerja dengan tangan sendiri itu lebih mulia. Yang Mampu Kerja,

Agama islam sangatlah memedulikan urusan habluminannas, hal tersebut dibuktikan dari bagaimana agama kita

Di antara kaidah yang ditunjukkan oleh Al-Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Semestinya bagi penuntut ilmu (agama)

Sungguh keadaan terakhir seseorang merupakan penentu balasan-Nya kelak. Ingin mendapat balasan seperti apakah

Dalam Al-Quran, tepatnya Surat Thaha ayat ke-131, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ
Di antara bentuk penyakit dan maksiat lisan (lidah) adalah mengungkit-ungkit pemberian kepada orang
Hamwu yang dimaksud dalam hadits bukan hanya ipar saja namun setiap kerabat dekat
Allah Ta’ala menciptakan manusia dengan disertai syahwat. Adanya syahwat pada diri manusia tidak
Pengangguran itu tercela, bekerja dengan tangan sendiri itu lebih mulia. Yang Mampu Kerja,
Agama islam sangatlah memedulikan urusan habluminannas, hal tersebut dibuktikan dari bagaimana agama kita
Di antara kaidah yang ditunjukkan oleh Al-Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Semestinya bagi penuntut ilmu (agama)
Sungguh keadaan terakhir seseorang merupakan penentu balasan-Nya kelak. Ingin mendapat balasan seperti apakah
Dalam Al-Quran, tepatnya Surat Thaha ayat ke-131, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, وَلَا
Madrasah Mar’ah Shalihah membuka kembali 𝗣𝗿𝗼𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗧𝗮𝗵𝘀𝗶𝗻 𝗦𝘂𝗿𝗮𝗵 𝗔𝗹-𝗙𝗮𝘁𝗶𝗵𝗮𝗵 spesial untuk muslimah. Kelas ini dirancang...
Mawasha Store x Mawasha Peduli membuka kesempatan meraih Pahala Jariyah di bulan Dzulqa’dah ini✨ ...
Sebuah perjalanan untuk setiap muslimah yang ingin bertumbuh, memperbaiki diri dan semakin dekat dengan Allah...
بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات Dengan penuh syukur dan bangga,...
Thalibaat Madrasah Mar’ah Shalihah Senin, 05 Januari 2026 Setelah jeda, kita kembali melangkah dengan...

Di antara bentuk penyakit dan maksiat lisan (lidah) adalah mengungkit-ungkit pemberian kepada orang lain. Misalnya seseorang mengatakan kepada temannya, “Bukankah dulu

Hamwu yang dimaksud dalam hadits bukan hanya ipar saja namun setiap kerabat dekat isteri yang bukan mahram. Yang masih

Allah Ta’ala menciptakan manusia dengan disertai syahwat. Adanya syahwat pada diri manusia tidak sia-sia, akan tetapi terdapat faidah dan

Pengangguran itu tercela, bekerja dengan tangan sendiri itu lebih mulia. Yang Mampu Kerja, Wajib Mencari Nafkah. Allah Ta’ala

Agama islam sangatlah memedulikan urusan habluminannas, hal tersebut dibuktikan dari bagaimana agama kita ini mensyariatkan untuk menjaga ukhuwah Islamiyah,

Di antara kaidah yang ditunjukkan oleh Al-Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah barangsiapa yang meninggalkan sesuatu

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Semestinya bagi penuntut ilmu (agama) untuk memanfaatkan kesempatan dan janganlah dia

Sungguh keadaan terakhir seseorang merupakan penentu balasan-Nya kelak. Ingin mendapat balasan seperti apakah kita? Sebagaimana hadits : إنَّمَا

Dalam Al-Quran, tepatnya Surat Thaha ayat ke-131, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ
WordPress Crafted with ♥ by faizONE.ID